Sabtu, 23 Mei 2015

pembelajaran E-learning

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Wr. Wb

1. Pengertian E-Learning
Sistem pembelajaran elektronik atau e-pembelajaran (Electronic learning disingkat E-learning) dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan.
E-learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan atau internet. e-learning memungkinkan pembelajaran untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. e-learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, Distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.
Ada beberapa pengertian berkaitan dengan e-learning sebagai berikut :
a)      Pembelajaran jarak jauh.
E-Learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. pembelajaran bisa berada di Semarang, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved. .
b)      Pembelajaran dengan perangkat komputer
E-Learning disampaikan dengan memanfaatkan perangkat komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia, dengan CD drive dan koneksi internet ataupun intranet lokal. Dengan memiliki komputer yang terkoneksi dengan intranet ataupun internet, pembelajar dapat berpartisipasi dalam e-learning. Jumlah pembelajaran yang bisa ikut berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas. Materi pelajaran dapat diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajaran.
c)      Pembelajaran formal dan informal
E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. e-learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-learning untuk umum. e-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).
 2.      E-Learning dan Metodologi Pembelajaran
Bagaimana e-learning diimplementasikan?, Melihat kenyataan dilapangan, walaupun teknologi informasi telah maju dengan sangat pesatnya, ternyata pendidikan yang mengimplementasikan IT-Based Education secara murni masih sulit ditemukan, karena masih banyaka faktor kendala yang lain, terutama dari sisi sumber daya manusia dan sarana atau infrastruktur pendukung. Namun dalam perkembangannya masih dijumpai kendala dan hambatan untuk mengaplikasikan sistem e-learning ini, antara lain (Soekartawi, 2003):
  1. Masih kurangnya kemampuan menggunakan Internet sebagai sumber pembelajaran.
  2. Biaya yang diperlukan masih relatif mahal
  3. Belum memadainya perhatian dari berbagai pihak terhadap pembelajaran melalui Internet dan
  4. Belum memadainya infrastruktur pendukung untuk daerah-daerah tertentu.

3.      Learning Management System
Dalam proses penyelenggaraan e-Learning, maka dibutuhkan sebuah Learning Management System (LMS), yang berfungsi untuk mengatur tata laksana penyelenggaraan pembelajaran di dalam model e-Learning. Sering juga LMS dikenal sebagai CMS (Course Management System), umunya CMS dibangun berbasi web, yang akan berjalan pada sebuah web server dan dapat diakses oleh pesertanya melalui web browser (web client). Server biasanya ditempatkan di universitas atau lembaga lainnya, yang dapat diakses darimanapun oleh pesertanya, dengan memanfaatkan koneksi internet.
Pada umumnya, secara dasar CMS memberikan sebuah tool bagi instruktur, educator atau pendidik untuk membuat website pendidikan dan mengatur akses kontrol, sehingga hanya peserta yang terdaftar yang dapat mengakses dan melihatnya. Selain menyediakan pengontrolan, CMS juga menyediakan barbagai tools yang menjadikan pembelajaran lebih efektif dan efisien, seperti menyediakan layanan untuk mempermudah upload dan share material pengajaran, diskusi online, chatting, penyelenggaraan kuis, survey, laporan (report) dan sebagainya.

4.      Plus Minus E-Learning
Sebagaimana yang disebutkan di atas, e-learning telah mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis. E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan dosen/guru/instruktur maupun sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
Dalam e-learning, faktor kehadiran guru atau pengajar otomatis menjadi berkurang atau bahkan tidak ada. Hal ini disebabkan karena yang mengambil peran guru adalah komputer dan panduan-panduan elektronik yang dirancang oleh “contents writer”, designer e-learning dan pemrogram komputer.
Dengan adanya e-learning para guru/dosen/instruktur akan lebih mudah :
  1. Melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang mutakhir
  2. Mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya
  3. Mengontrol kegiatan belajar peserta didik.
Kehadiran guru sebagai makhluk yang hidup yang dapat berinteraksi secara langsung dengan para murid telah menghilang dari ruang-ruang elektronik e-learning ini. Inilah yang menjadi ciri khas dari kekurangan e-learning yang tidak bagus. Sebagaimana asal kata dari e-learning yang terdiri dari e (elektronik) dan learning (belajar), maka sistem ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Sabtu, 16 Mei 2015

Web dan Blog sebagai media pembelajaran

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarokatu.

Bismillahirrahmanirrahim.
 A. Pengetian Web.
Web adalah sebuah penyebaran informasi melalui internet. Sebenarnya antara www (world wide web) dan web adalah sama karena kebanyakan orang menyingkat www menjadi web saja. Web merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari dunia internet. Melalui web, setiap pemakai internet bisa mengakses informasi-informasi di situs web yang tidak hanya berupa teks, tetapi juga dapat berupa gambar, suara, film, animasi, dll. Sebenarnya, web merupakan kumpulan-kumpulan dokumen yang banyak tersebar di beberapa komputer server yang berada di seluruh penjuru dunia dan trehubung menjadi satu jaringan melalui jaringan yang disebut internet.
Pesatnya perkembangan website di Indonesia tentunya menjadi inspirasi baru bagi para penggiat pendidikan khususnya guru. Banyak guru yang sudah memanfaatkan media ini sebagai media dan pusat belajar di sekolah. Hal ini cukup efektif karena jumlah pengguna internet di Indonesia cukup signifikan, dan mayoritas digunakan oleh para pelajar. Jika teknologi dapat di adaptasi menjadi media dan sumber belajar, tentunya akan sangat membantu guru dan para siswa dalam mengajar dan belajar di sekolah. Ada beberapa manfaat website sebagai media dan sumber belajar di sekolah, antara lain:
  1. Website dapat diakses oleh siapapun di belahan dunia. Dengan web, guru bisa berbagi (sharing) materi pelajaran tidak hanya untuk siswanya tetapi juga setiap orang orang yang membutuhkan pemikiran kita dimanapun mereka berada (unlimited acces), dengan mudah dan murah.
  2. Website sebagai rumah belajar dan berbagi guru. Artinya, kreatifitas dan kegemaran guru dapat disalurkan melalui website, seperi kreatifitas dalam menulis, maupun karya-karya lainnya. Karena media cetak cukup terbatas untuk memuat tulisan-tulisan kita, website dapat menjadi penyaluran kreatifitas menulis.
  3. Website dapat meringankan tugas dan beban guru dalam mengajar. Website akan sangat memudahkan tugas guru, karena segalanya dapat dimasukkan ke dalam website dan siswa dengan mudah mengunduhnya. Tentunya cara tersebut dapat menghemat waktu, tenaga, biaya, dll.
  4. Website dapat menjadi media komunikasi. Karena website dapat di akses oleh siapapun di seluruh dunia, tentunya akan mejadi sarana untuk bertemu secara tidak langsung dan dapat menjalin komunikasi satu sama lain.
  5. Website dapat menjadi sarana aktualisasi diri. Dengan website, kita akan lebih kreatif karena memiliki saran dan wadah menyalurkannya.
B. Pemanfaatan Blog sebagai Media Pembelajaran


https://sudana3307.wordpress.com/2012/07/16/pemanfaatan-website-sebagai-media-pembelajaran-bahasa-inggris/

Sabtu, 18 April 2015

Aplikasi dan dampak SIM (system informasi manajemen) serta pengenalan, penerapan dan perkembangan E-Commerce

Assalamualaikum Wr. Wb
Pembahasan

    Sistem informasi manajemen merupakan pengembangan dari konsep sistem pengolahan  data elektronik (electronic data processing/EDP), biasa juga disebut sebagai sistem pengolahan transaksi (transactions processing system/TPS), yang telah diterapkan sejak tahun 1950-an pada organisasi bisnis.  Mulai tahun 1960-an, dengan adanya pengaruh dari perkembangan teknologi dan cara penggunaan komputer, konsep SIM mulai diperkenalkan. Kalau konsep EDP fokus pada data (transaksi) dengan penekanan lebih banyak ke masalah bagaimana mempercepat pengolahan data dan meningkatkan akurasi, maka konsep SIM fokus pada informasi dengan penekanan lebih banyak pada kualitas informasi.  Pada perkembangan selanjutnya konsep SIM lebih disempurnakan dengan munculnya konsep-konsep baru, yaitu: sistem pendukung keputusan (decision support system/DSS), sistem otomatisasi perkantoran,  sistem informasi eksekutif (executive information system/EIS), sistem ahli (expert system), sistem berbasis pengetahuan, serta sistem komunikasi dan kolaborasi.

1. APLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
a. TPS (Transaction Processing Systems)  : Transaction Processing System (TPS) adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. Transaction Processing System merupakan sistem tanpa batas yang memungkinkan organisasi berinteraksi dengan lilngkungan eksternal. Transaction processing systems mencatat dan memproses data hasil dari transaksi bisnis, seperti penjualan, pembelian, dan perubahan persediaan/inventori. Transaction processing systems menghasilkan berbagai informasi produk untuk penggunaan internal maupun eksternal. Sebagai contoh, TPS membuat pernyataan konsumen, cek gaji karyawan, kuitansi penjualan, order pembelian, formulir pajak, dan rekening keuangan. TPS juga memperbaharui database yang digunakan perusahaan untuk diproses lebih lanjut oleh SIM.
b. DSS (Decision Support Sistem) : Decision Support Sistem (DSS) adalah kelas dari sistem informasi terkomputerisasi yang mendukung aktivitas pengambilan keputusan. DSS adalah interaktif berbasis komputer sistem dan subsistem dimaksudkan untuk membantu pengambil keputusan menggunakan teknologi komunikasi, data, dokumen, pengetahuan dan / atau model proses keputusan untuk menyelesaikan tugas. 
c. KWS (Knowledge work system) : Secara umum, KWS adalah orang yang memegang gelar universitas formal dan memiliki profesi, seperti insinyur, dokter, pengacara, dan ilmuan. Pekerjaan mereka terdiri terutama dari menciptakan informasi baru dan pengetahuan. KWS, seperti desain ilmiah atau teknik workstation, mempromosikan penciptaan pengetahuan baru dan memastikan bahwa pengetahuan baru dan keahlian teknis benar terintegrasi ke dalam bisnis.
c.  EIS (Executive Information System) : adalah sistem computer-based yang membantu executive dalam mengakses data dan informasi untuk mengetahui suatu permasalahan, meneliti solusi yang akan diberikan, dan menunjukkan proses strategic planning.
     EIS adalah alat yang menggunakan grafik berbase data web, untuk membantu memahami risiko, memperbaiki safety, dan mengatur bisnis.Executive Information System (EIS) adalah tipe dari Management Information System yang bertujuan untuk memfasilitasi, mendukung informasi serta pembuatan keputusan yang diperlukan oleh Senior Executive dengan menyediakan akses mudah dan relevan untuk informasi internal dan eksternal untuk mencapai tujuan dari sebuah organisasi.Dengan EIS, kita dapat menganalisa dan membandingkan ( spesialisasi, institusi, dan network) :
1. Pemesanan
2. Pembayaran biaya dan kerugian
3. Risk management issues
4. Detail kerugian
5. Caseloads
6. Data atual
d. OAS (Office Automation System) : merupakan sebuah rencana untuk menggabungkan teknologi tinggi melalui perbaikan proses pelaksanaan pekerjaan demi meningkatkan produktifitas pekerjaan. Istilah ini digunakan untuk menyamakan kegiatan administrasi yang banyak dilakukan pada pembuatan berbagai dokumen dengan istilah data processing (pengolahan data) yang digunakan pada kegiatan penyusunan informasi.
     Otomatisasi adalah penggunaan mesin untuk menjalankan tugas fisik yang biasa dilakukan oleh manusia, Sedangkan Otomatisasi kantor (office automation atau OA) adalah semua system elektronik formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi kepada dan dari orang yang berada di dalam maupun di luar perusahaan.
 2. DAMPAK SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Dampak Positif
 1)      Kebebasan dan kompetensi individual akan ditingkatkan
2)      Kemajuan yang berikutnya akan memperkokoh ekonomi
3)   Tawaran dari media akan menyajikan suatu rentang minat dan selera yang luas
4)      Ikatan komunitas akan bertambah luas dan semakin erat hubungannya
 Dampak Negatif
a.  Data yang kita masukkan kedalam sistem informasi tidak sepenuhnya aman.
b. Membudayanya budaya massa dalam suatu komunitas masyarakat, dimana pola kehidupan yang dinamis ditimbulkan karena adanya keinginan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi. 
c. Merebaknya kejahatan teknologi seperti pelanggaran hak cipta / pembajakan, cybercrime (kejahatan maya).
3. PENGENALAN E-COMMERCE
     Menurut Laudon (1998), E-Commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan computer sebagai perantara transaksi bisnis.
     E-Commerce atau yang biasa disebut juga dengan istilah Ecom atau Emmerce atau EC merupakan pertukaran bisnis yang rutin dengan menggunakan transmisi Electronic Data Interchange (EDI), email, electronic bulletin boards, mesin faksimili, dan Electronic Funds Transfer yang berkenaan dengan transaksi-transaksi belanja di Internet shopping,
      Menurut Kalakota dan Whinston (1997) dapat ditinjau dalam 4 perspektif berikut:
1. Dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau melalui peralatan elektronik lainnya.
2. Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi dari teknologi yang
menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan aliran kerja.
3. Dari perspektif layanan, E-Commerce merupakan suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas biaya layanan (service cost) ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman.
4. Dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk membeli dan menjual barang ataupun informasi melalui internet dan sarana online lainnya.

Jenis-jenis E-Commerce
     Kegiatan E-Commerce mencakup banyak hal, untuk membedakannya E-Commerce dibedakan menjadi 2 berdasarkan karakteristiknya:
1. Business to Business, karakteristiknya:
• Trading partners yang sudah saling mengetahui dan antara mereka sudah terjalin hubungan yang berlangsung cukup lama.
• Pertukaran data dilakukan secara berulang-ulang dan berkala dengan format data yang telah disepakati bersama.
• Salah satu pelaku tidak harus menunggu rekan mereka lainnya untuk mengirimkan data.
• Model yang umum digunakan adalah peer to peer, di mana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.

2. Business to Consumer, karakteristiknya:
• Terbuka untuk umum, di mana informasi disebarkan secra umum pula.
• Servis yang digunakan juga bersifat umum, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.
• Servis yang digunakan berdasarkan permintaan.
• Sering dilakukan sistim pendekatan client-server.

Tujuan Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis
    Tujuan suatu perusahaan menggunakan sistim E-Commerce adalah dengan menggunakan E-Commerce maka perusahaan dapat lebih efisien dan efektif dalam meningkatkan keuntungannya.

Mantaat Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis
     Manfaat dalam menggunakan E-Commerce dalam suatu perusahaan sebagai sistem transaksi adalah:

a. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
Transaksi on-line yang membuat semua orang di seluruh dunia dapat memesan dan membeli produk yang dijual hanya dengan melalui media computer dan tidak terbatas jarak dan waktu.
b. Menurunkan biaya operasional (operating cost).
Transaksi E-Commerce adalah transaksi yang sebagian besar operasionalnya diprogram di dalam komputer sehingga biaya-biaya seperti showroom, beban gaji yang berlebihan, dan lain-lain tidak perlu terjadi
c. Melebarkan jangkauan (global reach).
Transaksi on-line yang dapat diakses oleh semua orang di dunia tidak terbatas tempat dan waktu karena semua orang dapat mengaksesnya hanya dengan menggunakan media perantara komputer.
d. Meningkatkan customer loyalty.
Ini disebabkan karena sistem transaksi E-Commerce menyediakan informasi secara lengkap dan informasi tersebut dapat diakses setiap waktu selain itu dalam hal pembelian juga dapat dilakukan setiap waktu bahkan konsumen dapat memilih sendiri produk yang dia inginkan.
e. Meningkatkan supply management.
Transaksi E-Commerce menyebabkan pengefisienan biaya operasional pada perusahaan terutama pada jumlah karyawan dan jumlah stok barang yang tersedia sehingga untuk lebih menyempurnakan pengefisienan biaya tersebut maka sistem supply management yang baik harus ditingkatkan.
f Memperpendek waktu produksi.
     Pada suatu perusahaan yang terdiri dari berbagai divisi atau sebuah distributor di mana dalam pemesanan bahan baku atau produk yang akan dijual apabila kehabisan barang dapat memesannya setiap waktu karena on-line serta akan lebih cepat dan teratur karena semuanya secara langsung terprogram dalam komputer.
     Pernyataan-pernyataan Onno W. Purbo di atas juga didukung oleh permyataan Laura Mannisto (International Telecommunication Union, Asia and the Future of the World Economic System, 18 March 1999, London), yaitu:

a. Ketersediaan informasi yang lebih banyak dan mudah diakses Ketersediaan informasi produksi dan harga dapat diakses oleh pembeli, penjual, produsen dan distributor.
b. Globalisasi Produksi, distribusi dan layanan konsumen : jarak dan waktu relatif lebih pendek, sehingga perusahaan dapat berhubungan dengan rekan bisnis di lain negara dan melayani konsumen lebih cepat. Produsen dapat memilih tempat untuk memproduksi dan melayani konsumen tidak tergantung dimana konsumen itu berada. Perusahaan yang berada di negara berpendapatan rendah dapat mengakses informasi dan membuat kontak bisnis tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi.
c. Mengurangi biaya transaksi dengan adanya system order, pembayaran dan logistik secara online dan otomatis.
4. PERKEMBANGAN E-COMMERCE
a.       Perkembangan E-Commerce di Indonesia
Didalam perkembangannya E-Commerce memiliki tantangan-tantangan yaitu:
1)      Kultur
  Masyarakat Indonesia yang masih belum terbiasa dengan berbelanja dengan katalog.
  Masih melihat secara fisik atau memegang barang yang akan dijual.
  Masih senang menawar harga yang dijual.
2)      Kepercayaan
  Kepercayaan antara penjual dan pembeli masih tipis
  Kepervayaan  kepada pembayaran elektronik masih kurang.
  Penggunaan masih jarang.
b.      Perkembangan E-Commerce di luar Indonesia ( Internasional)
1.      Menurut survey dari IDC, pertumbuhan E-Commerce di luar Indonesia mencapai 800%. Didunia maya sekarang terdapat lebih dari 2.100.000 image dan kurang lebih 128,3 juta exiting pages. 
2.      Menurut Survei yang dilakukan oleh So-Net (South Bourne Internet) tahun 2005 konsumen memebelanjakan diatas £ 80 Milyar ($ 143 Milyar) naik sebesar 22% dari tahun 2004 dari figur perbelanjaan online menurut suatu laporan dari Comscore Jaringan.

Sabtu, 28 Maret 2015

Manajemen, Konsep, Pihak yang terkait, serta Tahapan yang membangun di dalam Sistem Informasi

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum Wr. Wb
A.   Manajemen Informasi
Manajemen informasi adalah pengelolaan data di mana di dalamnya mencakup proses mencari, menyusun, mengklasifikasikan, serta menyajikan berbagai data yang terkait dengan kegiatan yang dilakukan perusahaan sehingga dapat dijadikan landasan dalam pengambilan keputusan oleh manajemen.
      Manajemen informasi sistem umumnya digunakan di sekolah-sekolah bisnis merujuk untuk mempelajari bagaimana individu, kelompok, dan organisasi mengevaluasi, merancang, melaksanakan, mengelola dan memanfaatkan sistem untuk menghasilkan informasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengambilan keputusan, termasuk sistem yang disebut sistem dukungan pengambilan keputusan, ahli sistem, dan sistem informasi eksekutif.
     Informasi Manajemen adalah koleksi dan manajemen informasi dari satu atau lebih sumber dan distribusi informasi tersebut kepada khalayak satu atau lebih. Hal ini terkadang melibatkan orang-orang yang memiliki saham di, atau hak untuk informasi tersebut. Manajemen berarti organisasi dan kontrol atas perencanaan, struktur dan organisasi, mengendalikan, pengolahan, evaluasi dan pelaporan informasi kegiatan untuk memenuhi tujuan klien dan mengaktifkan fungsi perusahaan dalam penyampaian informasi.
       Informasi (termasuk data) adalah salah satu jenis utama sumber daya yang tersedia bagi manajer, selain Manusia, Material, Mesin dan Uang. Sumber daya manusia, material, mesin dan uang digunakan istilah sumber daya fisik sedangkan Informasi dan data dengan istilah sumber daya konseptual. Informasi dapat dikelola seperti halnya sumber daya yang lain. Semakin besar skala operasi perusahaan, manajer semakin mengandalkan informasi dan sangat mungkin menganggap informasi sebagai sumber daya mereka yang paling berharga.
      Informasi juga merupakan hasil pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi, ataupun suatu perubahan bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan bagi yang menerimanya. jadi, Informasi akan membuka segala sesuatu yang belum diketahui.
B. Konsep Sistem Informasi Manajemen
  Sistem informasi manajemen (ISM) adalah aplikasi teknologi informasi untuk mendukung fungsi utama dan kegiatan bisnis swasta atau lembaga pendidikan sektor publik. Di masa lalu, organisasi mengakui pentingnya pengelolaan sumber daya seperti tenaga kerja, modal, dan bahan baku. Hari ini, itu secara luas diterima mengelola sumber informasi sangat sering sama pentingnya. ISM mendukung proses pengumpulan, manipulasi, Penyimpanan, distribusi dan pemanfaatan sumber daya informasi organisasi.
    Sebagian besar sistem informasi dikembangkan untuk dan digunakan oleh orang-orang di bidang fungsional (misalnya, manufaktur, sumber daya manusia, akuntansi, keuangan dan pemasaran). Untuk mengembangkan sistem informasi yang menangani kebutuhan organisasi, SIM profesional harus memiliki perpaduan padat bisnis dan pengetahuan teknis. Mereka harus memahami struktur organisasi, tujuan, operasi (termasuk proses dan aliran data antara proses) dan implikasi keuangan yang terkait dengan faktor-faktor ini. Hanya dengan memahami faktor-faktor ini, sistem informasi manajemen profesional yang berkomunikasi secara efektif  dapat memudahkan pengguna dan kemudian merancang sistem yang mendukung kebutuhan mereka.
Manajer dan profesional harus tetap up-to-date dengan informasi teknologi yang berkembang dan memiliki dasar keterampilan teknis untuk memilih teknologi tepat guna dan menerapkan sistem informasi berbasis komputer. Dengan demikian, orang-orang SIM harus fasih di dalam topik-topik seperti alat-alat pengembangan sistem dan teknik, informasi arsitektur, konfigurasi jaringan, database, dan integrasi sistem.
C.     Pihak Yang Terkait dengan Sistem Informasi Manajemen
Kelompok pengembang sistem informasi didalam kelompok pengembang ini terdapat 6 posisi dalam kelompok pengembang yaitu:
  • Programmers. programmers tugasnya menulis kode program atau merealisasikan desain sistem.
  • Systems analysts. Berugas untuk menemukan masalah dan memberikan solusi, dan membuat desain sistem yang memenuhi requirement.
  • Business analyst. Bertugas untuk mengerti proses bisnis organisasi dan kebutuhannya dan bekerja sama dengan systems analysts. Proses bisnis yang sudah dimengerti kemudian diberikan ke systems analysts agar dapat dibuat desain sistem yang sesuai dengan requirement.
  • Project managers. Bertugas untuk mengatur budget dan jadwal, melakukan risk analysis, dan memastikan proyek bisa selesai tepat waktu.
  • Senior IT management. Bertanggung jawab dan me-manage IT di dalam organisasi.
  • Chief information officer (CIO). bertanggung jawab terhadap IT, IS (Information System), dan strategi informasi dan menyelaraskannya dengan proses bisnis secara keseluruhan.
Yang ke dua, yaitu kelompok di organisasi. Ada empat posisi yang terlibat, yaitu:
  • End-users. Orang-orang pada posisi ini berada pada level operasional dalam sebuah organisasi, sehingga mereka menggunakan sistem untuk menjalankan operasional organisasi.
  • Business users. Orang-orang yang berada pada posisi ini ada kemungkinan menggunkan sistem tapi juga ada kemungkinan untuk tidak menggunakan sistem, mereka hanya membutuhkan hasil dari sistem sebagai pendukung dalam pencapaian tujuan organisasi.
  • Business management. Bertanggung jawab terhadap fungsi bisnis dan juga mengatur strategi penggunaan IT.
  • Business strategy management. Bertanggung jawab terhadap stretegi organisasi secara keseluruhan dan memastikan bahwa sistem informasi dapat mendukung strategi organisasi.
Yang ke tiga, yaitu kelompok yang berada diluar organisasi. Ada lima posisi dalam kelompok ini yaitu:
  • Customers atau potential customers. Mereka adalah orang-orang yang menggunakan sistem untuk membeli, menggunakan jasa, atau mencari informasi mengenai produk yang ditawarkan suatu organisasi. Umumnya mereka bukan karyawan dari organisasi tersebut. Berbeda dengan orang-orang yang berada pada kelompok kedua (orang-orang yang berada dalam organisasi), orang-orang yang berada pada kelompok terkadang tidak dilibatkan dalam mendesain dan mengembangkan sebuah sistem.
  • Information users. Merupakan orang-orang yang mungkin menggunakan sistem namun bukan customers. Contohnya orang yang mengunjungi web pemerintah untuk melihat informasi mengenai regulasi dalam mendirikan bangunan. Orang-orang yang berada pada posisi ini juga kadang tidak dilibatkan dalam proses pengembangan sistem.
  • Trusted external users. Orang-orang yang ada di posisi ini mempunyai hubungan dengan organisasi dan mempunyai pengaruh terhadap sistem, oleh karena itu mereka juga dipertimbangkan dalam pengembangan sistem informasi. Suppliers termasuk pada posisi ini.
  • Shareholders, other owners atau sponsors. Orang-orang yang berinvestasi di organisasi dan mempunyai ketertarikan finansial.
  • Society atau masyarakat yang mungkin terpengaruh oleh sistem tanpa harus menjadi customers pada umumnya.
 D. Tahapan Membangun Sistem Informasi Manajemen
   Menganalisis prosedur bisnis dan membuat peta visual dari semua sistem bisnis. Melakukan wawancara dengan manajer bisnis dan karyawan untuk memahami bagaimana informasi yang dikumpulkan, diproses dan digunakan. Menganalisis produk output dan kemudian melacak kembali melalui semua langkah-langkah yang digunakan untuk membuat produk dan jasa. Tujuannya adalah untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang bisnis secara keseluruhan dan sistem yang ada.

   Menentukan semua data yang harus ditangkap di sistem informasi manajemen. Termasuk semua data yang secara manual memasukkan, data yang diimpor dari sumber eksternal, seperti distributor, dan informasi yang diperlukan untuk menjalankan bisnis. Meninjau semua pelaporan yang ada untuk menetapkan bagaimana data dikumpulkan dan disebarkan. Untuk setiap titik data, melihat jenis informasi yang dikumpulkan dan persyaratan, seperti data panjang.

   Mengidentifikasi hardware dan software yang dibutuhkan untuk membuat sistem informasi manajemen yang efektif. Biasanya, sistem akan memerlukan landasan kuat database kustom antarmuka untuk karyawan interaksi, fitur-fitur built-in keamanan seperti password akses dan pelaporan. Menerbitkan sebuah dokumen persyaratan sistem yang menguraikan kebutuhan dan tujuan dari sistem awal. Meninjau proposal dengan eksekutif bisnis dan manajemen untuk memastikan hal itu akan memenuhi kebutuhan mereka.

   Pembelian diperlukan perangkat lunak dan perangkat keras. Pilih peralatan yang memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi persyaratan awal dan memiliki potensi untuk ekspansi. Bekerja dengan staf pengembangan perangkat lunak yang mampu mengubah atau membuat perangkat lunak untuk memasukkan alur kerja pengolahan, data input layar, laporan harian dan analisis data ringkasan jangka panjang.

   Menguji sistem. Selama pengembangan, jadwal sering sistem pengujian jadwal dan pos pemeriksaan proyek untuk memastikan kualitas, meminimalkan kesalahan dan menjaga proyek pada jalur. Tes ini membantu meminimalkan bug sistem dan memastikan kepatuhan terhadap spesifikasi proyek. Bila mungkin, meminta bantuan pengujian dari pengguna akhir sistem.

   Meluncurkan sistem informasi manajemen dan mengadakan pelatihan. Pelatihan harus terjadi di semua tingkat bisnis untuk memastikan sistem sedang digunakan dengan benar. Hati-hati memonitor semua bagian dari sistem dan memperbaiki setiap bug atau masalah dengan cepat. Setelah sistem di tempat, menetapkan proses pemeliharaan sistem dan meninjau diinginkan upgrade dengan manajemen.